Kamis, 06 Juni 2013

RPP larutan elektrolit dan nonelektrolit



Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran            : Kimia
Satuan Pendidikan      : SMA
Kelas/ Semester           : X/II
Pokok Bahasan           : larutan elektrolit dan nonelektrolit
Sub Pokok Bahasan    : larutan elektrolit dan non elektrolit serta elektrolit senyawa ion dan kovalen
Alokasi Waktu            : 1 x 25 Menit

       I.            Standar Kompetensi
Memahami sifat-sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit serta reaksi oksidasi dan reduksi.
    II.            Kompetensi Dasar
Mengidentifikasi sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit.
 III.            Indikator
1.      Menjelaskan larutan elektrolit dan nonelektrolit dan daya hantar suatu larutan
2.      Mengklasifikasikan larutan elektrolit, larutan nonelektrolit
 IV.            Tujuan Pembelajaran
            Setelah pembelajaran, peserta didik dapat:
1.    Menjelaskan teori tentang larutan elektrolit dan nonelektrolit dan daya hantar suatu larutan.
2.    mengklasifikasi larutan elektrolit dan nonelektrolit

    V.            Model
Model  : pembelajaran kooperatif  tipe Direct Instruction



 VI.            Materi Ajar
1.      Larutan elektrolit dan non elektrolit
Berdasarkan daya hantar listriknya larutan dapat dibedakan kedalam dua kelompok yaitu larutan elektrolit dan non elektrolit.
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Umumnya larutan elektrolit berupa garam, asamatau basa yang terdiri dari ion positif dan negatif saat pembentukannya. Contoh larutan elektrolit adalah NaCl, KCl, CaCl dsb. sedangkan non elektrolit adalah sebaliknya yaitu larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.  Mengapa Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik dan larutan elektrolit tidak? Pertanyaan ini di jawab arhennius  dengan teori ionisasi.
Teori arhenius menjelaskan bagaimana  larutan elektrolit menghantar listrik yaitu karena adanya ion-ion yang bergerak bebas dalam larutan.  Dari teori tersebut muncul pertanyaan Mengapa sebagian zat dapat menghasilkan ion sedangkan yang lain tidak? Hal ini akan dijelaskan dengan memperhatikan jenis ikatan dalam senyawa elektrolit. Dalam kaitan ini, kita dapat membedakan elektrolit kedalam senyawa ion atau senyawa kovalen polar.
a.       Senyawa ion
Senyawa ion sendiri pada keadaan kristal sudah dalam bentuk ion-ion, tetapi ion-ion itu masih terikat satu sama lain dengan kuat dan rapat, sehingga tidak bergerak. Jadi, dalam keadaan padatam senyawa ion tidak dapat menghantararus listrik. Sebaliknya, bila senyawa ion tersebut dalam bentuk leburan atau larutan, maka ion-ionnya dapat bergerak bebas sehingga dapat menghantarkan arus listrik
b.      Senyawa kovalen polar
Senyawa kovalen adalah  senyawa yang terbentuk dari penggunaan bersama elektron oleh atom-atom. Senyawa kovalen banyak dijumpai dalam senyawa organik. Senyawa kovalen yang dapat menghantarkan arus listrik ialah senyawa kovalen polar karena senyawa tersebut memiliki keelektronegatifan besar. Contohnya HF, HCl, HBr, HNO3, dan H2SO4.



VII.            Kegiatan Belajar Mengajar
Tahap Kegiatan
Kegiatan

Fase
Kegiatan Awal
(5 menit)
·         Guru memberikan salam
·         Guru menunjuk siswa untuk memimpin doa (Religius)
·         Guru mengecek kehadiran siswa (Disiplin).
·         Guru memberikan Apersepsi pernahkah anda melihat orang memancing ikan dengan menggunakan pancingan yang dialiri arus listrik? Mengapa ikan dalam dapat tersengat arus listrik dengan mudah?
·         Menyampaikan tujuan pembelajaran. (Rasa ingin tahu)




Guru  menyampaikan tujuan mempersiapkan pengetahuan siswa









Kegiatan Inti
( 15 menit)
Kegiatan Inti
a.       Eksplorasi
Guru menyajikan materi pembelajaran menggunakan media powerpoint dan tanya jawab.

b.      Elaborasi
1.      Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok
2.      Guru memberikan beberapa soal untuk didikusikan dalam kelompok.    
(sikap saling menghargai dan kerjasama)
3.      Guru melakukan pengamatan terhadap kegiatan kelompok.
4.      Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil kerja mereka. (percaya diri dan komunikatif)

c.       Konfirmasi
-       Memberikan penguatan dalam bentuk lisan atau isyarat terhadap keberhasilan peserta didik. (menghargai)

-       Memberikan umpan balik kepada siswa (pendidik memberikan tambahan penjelasan apabila kesimpulan yang di dapat peserta didik masih belum lengkap) secara bertanggungjawab.

-       Guru memberikan latihan soal lagi kepada siswa




Mempresentasikan pengetahuan (deklaratif)












Membimbing pelatihan.


Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik.



















Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan
Kegiatan Penutup
(5 menit)
1.      Siswa memberikan kesimpulan terhadap materi yang telah diajarkan
2.      Guru memberikan pekerjaan rumah untuk siswa.
3.      Guru memberitahukan materi yang akan di pelajari selanjutnya.
4.      Guru menutup pelajaran

Sumber Belajar
A.    Sumber           : Purba, michael. 2007. Kimia SMA kelas X. Jakarta: Erlangga.
            Alat                 : spidol, papan tulis powerpoint

Penilaian
Soal
Jawaban
Skor
1.    jelaskan mana yang daya hantarnya lebih besar antara HCl 0,5 M dengan 1 M?
HCl 0,5 M memiliki daya hantar yang lebih besar dibandingkan HCl 1 M karena ion-ion yang ada didalam HCl 0,5 M lebih leluuasa untuk bergerak bebas.




5
2. Tentukan apakah berikut ini dapat menghantarkan arus listrik atau tidak.
            a. Kristal NaCl
            b. Lelehan NaCl
            c. Larutan garam
            c. HBr
            d. HF




a.       Nonkonduktor
b.      Konduktor
c.       Konduktor
d.      Konduktor
e.       konduktor



1
1
1
1
1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar