Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : Kimia
Satuan
Pendidikan : SMA
Kelas/ Semester : X/II
Pokok Bahasan : larutan
elektrolit dan nonelektrolit
Sub Pokok Bahasan : larutan
elektrolit dan non elektrolit serta elektrolit senyawa ion dan kovalen
Alokasi Waktu : 1 x 25 Menit
I.
Standar
Kompetensi
Memahami sifat-sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit
serta reaksi oksidasi dan reduksi.
II.
Kompetensi
Dasar
Mengidentifikasi sifat larutan elektrolit dan
nonelektrolit.
III.
Indikator
1.
Menjelaskan larutan
elektrolit dan nonelektrolit dan daya hantar suatu larutan
2.
Mengklasifikasikan
larutan elektrolit, larutan nonelektrolit
IV.
Tujuan
Pembelajaran
Setelah
pembelajaran, peserta didik dapat:
1.
Menjelaskan teori
tentang larutan elektrolit dan nonelektrolit dan daya hantar suatu larutan.
2.
mengklasifikasi
larutan elektrolit dan nonelektrolit
V.
Model
Model : pembelajaran kooperatif tipe Direct
Instruction
VI.
Materi Ajar
1.
Larutan elektrolit dan non
elektrolit
Berdasarkan
daya hantar listriknya larutan dapat dibedakan kedalam dua kelompok yaitu
larutan elektrolit dan non elektrolit.
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat
menghantarkan arus listrik. Umumnya larutan elektrolit berupa garam, asamatau
basa yang terdiri dari ion positif dan negatif saat pembentukannya. Contoh
larutan elektrolit adalah NaCl, KCl, CaCl dsb. sedangkan non elektrolit adalah
sebaliknya yaitu larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Mengapa Larutan elektrolit dapat
menghantarkan arus listrik dan larutan elektrolit tidak? Pertanyaan ini di
jawab arhennius dengan teori ionisasi.
Teori arhenius menjelaskan bagaimana larutan elektrolit menghantar listrik yaitu
karena adanya ion-ion yang bergerak bebas dalam larutan. Dari teori tersebut muncul pertanyaan Mengapa
sebagian zat dapat menghasilkan ion sedangkan yang lain tidak? Hal ini akan dijelaskan
dengan memperhatikan jenis ikatan dalam senyawa elektrolit. Dalam kaitan ini,
kita dapat membedakan elektrolit kedalam senyawa ion atau senyawa kovalen
polar.
a.
Senyawa ion
Senyawa
ion sendiri pada keadaan kristal sudah dalam bentuk ion-ion, tetapi ion-ion itu
masih terikat satu sama lain dengan kuat dan rapat, sehingga tidak bergerak.
Jadi, dalam keadaan padatam senyawa ion tidak dapat menghantararus listrik.
Sebaliknya, bila senyawa ion tersebut dalam bentuk leburan atau larutan, maka
ion-ionnya dapat bergerak bebas sehingga dapat menghantarkan arus listrik
b.
Senyawa kovalen
polar
Senyawa
kovalen adalah senyawa yang terbentuk
dari penggunaan bersama elektron oleh atom-atom. Senyawa kovalen banyak
dijumpai dalam senyawa organik. Senyawa kovalen yang dapat menghantarkan arus
listrik ialah senyawa kovalen polar karena senyawa tersebut memiliki
keelektronegatifan besar. Contohnya HF, HCl, HBr, HNO3, dan H2SO4.
VII.
Kegiatan Belajar Mengajar
|
Tahap Kegiatan
|
Kegiatan
|
Fase
|
|
Kegiatan Awal
(5 menit)
|
·
Guru
memberikan salam
·
Guru menunjuk siswa
untuk memimpin doa (Religius)
·
Guru
mengecek kehadiran siswa (Disiplin).
·
Guru memberikan
Apersepsi pernahkah anda melihat orang
memancing ikan dengan menggunakan pancingan yang dialiri arus listrik?
Mengapa ikan dalam dapat tersengat arus listrik dengan mudah?
·
Menyampaikan tujuan
pembelajaran. (Rasa ingin tahu)
|
Guru menyampaikan tujuan mempersiapkan
pengetahuan siswa
|
|
Kegiatan Inti
( 15 menit)
|
Kegiatan Inti
a. Eksplorasi
Guru
menyajikan materi pembelajaran menggunakan media powerpoint dan tanya jawab.
b.
Elaborasi
1. Guru membagi siswa dalam beberapa
kelompok
2. Guru
memberikan beberapa soal untuk didikusikan dalam kelompok.
(sikap saling menghargai dan kerjasama)
3. Guru
melakukan pengamatan terhadap kegiatan kelompok.
4. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil kerja mereka. (percaya diri dan komunikatif)
c.
Konfirmasi
-
Memberikan
penguatan dalam bentuk lisan atau isyarat terhadap keberhasilan peserta didik. (menghargai)
-
Memberikan umpan balik kepada siswa (pendidik memberikan tambahan penjelasan apabila kesimpulan yang di
dapat peserta didik masih belum lengkap) secara bertanggungjawab.
-
Guru
memberikan latihan soal lagi kepada siswa
|
Mempresentasikan pengetahuan (deklaratif)
Membimbing pelatihan.
Mengecek pemahaman dan
memberikan umpan balik.
Memberikan kesempatan untuk
pelatihan lanjutan dan penerapan
|
|
Kegiatan Penutup
(5 menit)
|
1.
Siswa memberikan kesimpulan terhadap materi yang telah
diajarkan
2.
Guru memberikan pekerjaan rumah untuk siswa.
3.
Guru memberitahukan materi yang akan di pelajari
selanjutnya.
4.
Guru menutup pelajaran
|
Sumber Belajar
A. Sumber :
Purba, michael. 2007. Kimia
SMA kelas X. Jakarta: Erlangga.
Alat : spidol, papan tulis powerpoint
Penilaian
|
Soal
|
Jawaban
|
Skor
|
|
1.
jelaskan
mana yang daya hantarnya lebih besar antara HCl 0,5 M dengan 1 M?
|
HCl 0,5 M memiliki daya hantar yang lebih besar
dibandingkan HCl 1 M karena ion-ion yang ada didalam HCl 0,5 M lebih leluuasa
untuk bergerak bebas.
|
5
|
|
2. Tentukan apakah berikut ini dapat menghantarkan arus listrik atau
tidak.
a. Kristal NaCl
b. Lelehan NaCl
c. Larutan garam
c. HBr
d. HF
|
a.
Nonkonduktor
b.
Konduktor
c.
Konduktor
d.
Konduktor
e.
konduktor
|
1
1
1
1
1
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar