Jumat, 07 Juni 2013

Manfaat Radiokimia Dalam Bidang Pertanian

BAB  I
PENDAHULUAN
1.             Latar Belakang
Radioaktifitas adalah sifat suatu unsur yang dapat memancarkan radiasi (pancaran sinar) secara spontan. Tergolong ke dalam zat radioaktif, unsur tersebut biasanya bersifat labil, berarti tergolong zat radioaktif adalah isotopnya, karena untuk mencapai kestabilan salah satunya harus melakukan peluruhan. Peluruhan zat radioaktif untuk menghasilkan unsur yang lebih stabil sambil memancarkan partikel seperti, partikel alpha α (sama dengan inti 4He), partikel beta (β), dan partikel gamma (γ).
Ciri lain dari zat radioaktif  adalah bahwa setiap zat yang memancarkan radiasi pengion dengan aktivitas jenis lebih besar daripada 70 kBq/kg atau 2 nCi/g (tujuh puluh kilobecquerel per kilogram atau dua nanocurie per gram). Angka 70 kBq/kg (2 nCi/g) tersebut merupakan patokan dasar untuk suatu zat dapat disebut zat radioaktif pada umum-nya yang ditetapkan berdasarkan ketentuan dari Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency). Namun, masih terdapat beberapa zat yang walaupun mempunyai aktivitas jenis lebih rendah daripada batas itu dapat dianggap sebagai zat radioaktif karena tidak mungkin ditentukan batas yang sama bagi semua zat mengingat sifat masing-masing zat tersebut berbeda.
Pengenalan radioisotop bagi kehidupan umat manusia dimaksudkan untuk kesejahteraan manusia, dan bukan untuk mengancam kehidupan manusia. Penggunaan radioisotop sebagai perunut didasarkan pada kenyataan bahwa isotop radioaktif mempunyai sifat kimia yang sama dengan isotop stabil. Jadi, suatu isotop radioaktif melangsungkan reaksi kimia yang sama seperti isotop stabilnya. Sedangkan penggunaan radioisotop sebagai sumber radiasi didasarkan pada kenyataan bahwa radiasi yang dihasilkan zat radioaktif dapat mempengaruhi materi maupun mahluk. Radiasi dapat digunakan untuk memberi efek fisis, efek kimia, maupun efek biologis.
Di negara-negara maju penggunaan dan penerapan radioisotop telah dilakukan dalam berbagai bidang. Radioisotop adalah isotop suatu unsur radioaktif yang memancarkan sinar radioaktif. Isotop suatu unsur baik stabil maupun yang radioaktif memiliki sifat kimia yang sama. Penggunaan radioisotop dapat dibagi ke dalam penggunaan sebagai perunut dan penggunaan sebagai sumber radiasi. Radioisotop sebagai perunut digunakan untuk mengikuti unsur dalam suatu proses yang menyangkut senyawa atau sekelompok senyawa. Radioisotop dapat digunakan sebagai sumber sinar sebagai pengganti sumber lain misal sumber sinar X.




BAB II

Khusus dalam bidang pertanian, manfaat sinar radioaktif sangat besar, yaitu sebagai berikut:
a.        Pembentukan Bibit Unggul
Dalam bidang pertanian, radiasi gamma dapat digunakan untuk memperoleh bibit unggul. Sinar gamma menyebabkan perubahan dalam struktur dan sifat kromosom sehingga memungkinkan menghasilkan generasi yang lebih baik, misalnya gandum dengan yang umur lebih pendek. Radiasi mampu menembus biji tanaman sampai ke lapisan kromosom. Struktur dan jumlah pasangan kromosom pada biji tanaman dapat dipengaruhi dengan sinar rasiasi ini. Perubahan struktur akibat rasiasi dapat berakibat pada perubahan sifat tanaman dan keturunannya.
Selain sinar gamma, fosfor-32 (P-32) juga berguna untuk membuat benih tumbuhan yang bersifat lebih unggul dibandingkan induknya. Radiasi radioaktif ini ke tanaman induk akan menyebabkan ionisasi pada berbagai sel tumbuhan. Ionisasi inilah yang menyebabkan turunan akan mempunyai sifat yang berbeda dari induknya. Kekuatan radiasi yang digunakan diatur sedemikian rupa hingga diperoleh sifat yang lebih unggul dari induknya.
Bibit unggul hasil mutasi melalui radiasi, misalnya dengan menggunakan Co-60 pada padi pelita I menghasilkan bibit unggul jenis padi Atomita dan radiasi kedelai dengan sinar gamma menghasilkan bibit unggul kedelai muria. Banyak penerapan pemuliaan tanaman yang sudah dilakukan, salah satunya adalah tanaman padi. menurut uji multilokasi yang menurut standar Departemen Pertanian, Sejak 1982 Studi pemanfaatan teknologi radiasi nuklir terhadap pemuliaan padi sudah dilakukan Batan sejak tahun 1982. 

b.        Pemupukan dan Pemberantasan Hama dengan Serangga Mandul
Radioisotop fosfor dapat dipakai untuk mempelajari pemakaian pupuk oleh tanaman. Ada jenis tanaman yang mengambil fosfor sebagian dari tanah dan sebagian dari pupuk. Berdasarkan hal inilah digunakan fosfor radioaktif untuk mengetahui pola penyebaran pupuk dan efesiensi pengambilan fosfor dari pupuk oleh tanaman. Teknik radiasi juga dapat digunakan untuk memberantas hama dengan menjadikan serangga mandul.
Dengan radiasi dapat mengakibatkan efek biologis, sehingga timbul kemandulan pada serangga jantan. Kemandulan ini dibuat di laboratorium dengan cara hama serangga diradiasi sehingga serangga jantan menjadi mandul. Setelah disinari hama tersebut dilepas di daerah yang terserang hama, sehingga diharapkan akan terjadi perkawinan antara hama setempat dengan jantan mandul yang dilepas, sehingga telur itu tidak akan menetas. Radiasi dapat mengakibatkan efek biologis, misalnya hama kubis. Di laboratorium dibiakkan hama kubis dalam bentuk jumlah yang cukup banyak. Hama tersebut lalu diradiasi sehingga serangga jantan menjadi mandul. Setelah itu hama dilepas di daerah yang terserang hama. Diharapkan akan terjadi perkawinan antara hama setempat dengan jantan mandul dilepas. Telur hasil perkawinan seperti itu tidak akan menetas. Dengan demikian reproduksi hama tersebut terganggu dan akan mengurangi populasi.
Radiasi dapat menghambat proses kebebasan sel gonad sehinnga menimbulkan kemandulan pada beberapa hewan atau seranga jantan. Kemudian ini disebabkan oleh penurunan jumlah sel spermaatau sperma tidak aktif sehingga tidak mampu membuahi sel telur . jika terjadi perkawinan antara serangga jantan dan serangga betina maka akan dihasilkan telur yang tidak mampu menetas sehingga secara tidak langsung populasi serangga akan menurun.
c.         Mutasi tanaman (untuk menemukan varietas unggul).
Salah satu cara untuk mendapatkan rangkaian sifat yang baik yaitu dengan mengubah faktor pembawa sifat (gen). Perubahan gen yang dapat menyebabkan perubahan sifat makhluk hidup dan diwariskan disebut mutasi. Sinar radioaktif yang biasanya digunakan untuk mutasi adalah sinar gamma yang dipancarkan dari radioaktif Cobalt-60. Contohnya adalah padi atomita dan kedelai muria.
d.      Pengawetan makanan.
Dilakukan agar bahan makanan yang disimpan tidak mudah rusak. Pengawetan makanan secara tradisional seperti pengeringan, pemanasan, dan pengasapan masih memiliki kekurangan karena pada jenis makanan tertentu sifat makanan dapat berubah, ditumbuhi jamur, dan dapat diserang serangga. Penemuan cara pengawetan dengan teknik radiasi dapat meminimalkan kerusakan yang terjadi pada makanan.
Manfaat sinar radioaktif dalam pengawetan makanan adalah:
v Menghambat pertunasan pada beberapa bahan makanan, misalnya bawang, kentang, jahe, kunyit dan kencur.
v Memperpanjang masa simpan beberapa hasil pertanian segar, misalnya menunda kematangan buah.
v Mengurangi bakteri-bakteri pembusuk daging.
v Membebaskumankan atau sterilisasi rempah-rempah.
v Mengendalikan kuman-kuman penyebab penyakit dan kuman-kuman parasit yang ada dalam makanan.
Beberapa keuntungan menggunakan sinar radioaktif dalam pengawetan makanan antara lain:
v Sifat bahan makanan tidak berubah.
v Dapat meningkatkan mutu.
v Tidak menimbulkan zat sisa pengawet.
v Dapat dilakukan pada makanan yang dikemas sederhana.
v Mengetahui masa pemupukan yang paling baik
Fakta contoh :
v  Stroberi tanpa radiasi, yang berjamur setelah di simpan beberapa hari
v  Stroberi yang tetap segar setelah penyimpanan dua minggu karena telah disterilisasi dengan cara radiasi.




BAB III
PENUTUP

1.        Kesimpulan
a.      Penggunaan Radioisotop zat radioaktif yang sangat luas dewasa ini dapat menimbulkan berbagai sensasi dalam kehidupan.
b.      Zat radioaktif dan radioisotop berperan besar dalam bidang pertanian antara lain yaitu :
Ø  Mutasi tanaman (untuk menemukan varietas unggul).
Ø  Pemberantasan hama dengan teknik jantan mandul
Ø  Pengawetan makanan
Ø  Pemuliaan makanan
c.        Kemajuan teknologi dengan ditemukannya zat radioaktif dan radioisotop memudahkan aktifitas manusia dalam berbagai bidang kehidupan.
2.        Saran
Masih banyak hal- hal yang menarik mengenai radioisotop, terutama pada manfaatnya. Meskipun dibalik banyaknya manfaat terdapat bahaya yang cukup signifikan yang dapat membahayakan banyak hal. Disini masih banyak yang belum dituangkan penulis tentang segala yang terkait dengan radioisotop. Oleh karena itu, penulis juga berharap :
a.           Dr. Rachmat Saputra, M.Si selaku Dosen mata kuliah Radiokimia  untuk menyempurnakan makalah ini apabila terdapat kesalahan.
b.           Para peneliti agar bisa menemukan terobosan-terobosan baru radioisotop untuk dimanfaatkan di masa depan.
c.           Pembaca maupun pembuat makalah selanjutnya memuatkan hal-hal yang lebih menarik terkait radioisotop di dalam makalahnya.





DAFTAR PUSTAKA

Allingger, Norman.1993. Organic Chemistry. New york: Gracindo
Badan Tenaga Atom Nasional. 1998. Pengembangan dan Penelitian Aplikasi Isotop Dan Radiasi. Jakarta: Jumatom
Gabriel, J.F, 1979. Fisika Kedokteran. New york: Udayana
Jalil, A.A. Abdul. Zat Radioaktif Dan Penggunaan Radioisotop Bagi Kesehatan.  Sumatra Utara: Usu
Justiana, Muchtaridi. 2009. Kimia 1, kimia dasar jilid 1. Bogor: Yudhistira
Magdalena. Merry. 2008. Radiasi Nuklir Mampu Hasilkan Padi Tahan Hama.  (online). (http://task-list.blogspot.com/2008/05/radiasi-nuklir-mampu-hasilkan-padi.html)  diakses pada tanggal 15 Juni 2013.
Purba, Michael. 1994. Ilmu Kimia. Jakarta: Erlangga
Siswanto. 2009. Kompetensi Fisika. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
Sunandar. 2011. Kartu ajaib rumus kimia. Cimanggis, Depok: Media Pusindo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar