Jumat, 07 Juni 2013

PEMBELAJARAN YANG BERPIJAK PADA TEORI KOGNITIF



MAKALAH MATA KULIAH BELAJAR
DAN PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN YANG BERPIJAK PADA TEORI KOGNITIF

I. PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Banyak Negara mengakui bahwa persoalan pendidikan merupakan persoalan yang pelik,namun pendidikan merupakan tugas Negara yang amat penting. Namun, di negara-negara berkembang adopsi system pendidikan sering mengalami kesulitan untuk  berkembang. Cara dan system pendidikannya sering menjadi kritik dan kecaman. Pada makalah ini akan dikaji tentang pandangan kognitif dalam kegiatan pembelajaran. Teori Kognitif lebih menekankan bahwa belajar lebih banyak ditentukan karena adanya karsa individu. Penataan kondisi bukan sebagai penyebab terjadinnya belajar, tetapi sekedar memudahkan belajar. Keaktifan siswa menjadi unsure amat penting dalam menentukan kesuksesan belajar. Aktivitas mandiri adalah jaminan untuk mencapai hasilyang sejati. Para pendidik (Guru) dan para perancang pendidikan serta pengembang program- program pembelajaran perlu menyadari akan pentingnya pemahaman terhadap hakikat belajar dan pembelajaran. Teori belajar dan pembelajaran seperti teori kognitif pentinguntuk dimengerti dan diterapkan sesuai dengan kondisi dan konteks pembelajaran yang dihadapi. Pada bagian ini dikaji tentang pandangan kognitif terhadap proses belajar dan aplikasiteori kognitif dalam kegiatan pembelajaran. Pembahasan diarahkan pada pengertian belajar menurut teori kognitif, teori perkembangan Piaget, teori belajar menurut Bruner, dan teori belajar menurut Ausubel. Masing-masing teori memilki kelemahan dan kelebihan. Pendidik/pengajar yang professional akan dapat memilih teori mana yang tepat untuk tujuan tertentu, karakteristik materi pelajaran tertentu, dengan cirri-ciri siswa yang dihadapi, dan dengan kondisi lingkungan serta sarana dan prasarana yang tersedia.
 
B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan pandangan belajar dari segi psikologi kognitif?
2. Bagaimana belajar menurut teori kognitif?
3. Jelaskan teori perkembangan belajar menurut piaget?
4. Bagaimana teori belajar menurut Bruner?
5. Bagaimana teori belajar menurut Ausubel?
6. Bagaimana aplikasi teori kognitif pada pembelajaran?


C.  Tujuan
1. Menjelaskan pandangan belajar dari segi psikologis kognitif 
2. Menjelaskan pengertian belajar dari segi teori kognitif 
3. Menjabarkan pandangan Piaget tentang belajar beserta tahap-tahapnya
4. Menjelaskan tentang teori belajar menurut Bruner 
5. Menjelaskan tentang teori belajar menurut Ausabel beserta tahap-tahapnya
6. Mempaparkan aplikasi kognitif pada pembelajaran
 
II. PEMBAHASAN
Pandangan Tentang Belajar Psikologi kognitif mengatakan bahwa perilaku manusia tidak ditentukan oleh stimulus yang berada diluar dirinya, melainkan oleh faktor yang ada pada dirinya sendiri. Faktor-faktor internal itu berupa kemampuan atau potensi yang berfungsi untuk mengenal dunia luar, dan dengan pengenalan itu manusia mampu memberikan respon terhadap stimulus. Berdasarkan pada pandangan itu teori psikologi kognitif memandang belajar sebagai proses pemfungsian unsur-unsur kognisi terutama pikiran, untuk dapat mengenal dan memahami stimulus yang datang dari luar. Dengan kata lain, aktivitas belajar manusia ditentukan pada proses internal dalam berpikir yakni pengolahan informasi. Intisari dari teori belajar konstruktivisme adalah bahwa belajar merupakan proses penemuan (discovery) dan transformasi informasi kompleks yang berlangsung pada diri seseorang. Individu yang sedang belajar dipandang sebagai orang yang secara konstan memberikan informasi baru untuk dikonfirmasikan dengan prinsip yang telah dimiliki, kemudian merevisi prinsip tersebut apabila sudah tidak sesuai dengan informasi yang baru diperoleh. Agar siswa mampu melakukan kegiatan belajar, maka ia harus melibatkan diri secara aktif.  Psikologi kognitif adalah psikologi yang bersifat interpersonal dan sosial yang diasali oleh kondisi intrapersonal seseorang. Ia merupakan kendaraan efektif guna memahami manusia sebagai pribadi yang hidup berinteraksi, baik secara psikologis maupun secara sosial, atau bahkan lingkungan psikologis. Untuk memahami keadaan tersebut, bisa dibedakan dengan konsep dua kutub: orang dan lingkungannya (lingkungan psikologis). Kedua kutub itu merupakan hubungan yang saling bergantung, dan bukan merupakan variabel bebas. Orang tidak mungkin hidup tanpa lingkungan psikologisnya, juga sebaliknya, lingkungan psikologis tidak pernah ada tanpa orang. Karena konsepnya bukan fisik, melainkan psikologis, maka pola-pola struktur psikologis, seperti insight (wawasan), dan struktur kognitif, menjadi penting keadaannya. Belajar selanjutnya dibatasi sebagai proses komunikasi dan interaksional pada manusia dalam memperoleh insight (wawasan) baru. Dengan begitu ia merupakan perubahan dalam struktur kognitif, dan termasuk insight itu sendiri.
Model belajar kognitif merupakan suatu bentuk teori belajar yang sering disebut sebagai model perseptual. Model belajar kognitif mengatakan bahwa tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahaman tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. Teori kognitif juga menekankan bahwa bagian-bagian dari suatu situasi saling berhubungan dengan seluruh konteks situasi tersebut. Teori ini berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. Proses belajar terjadi antara lain mencakup pengaturan stimulus yang diterima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif yang sudah dimiliki dan terbentuk di dalam pikiran seseorang berdasarkan pemahaman dan pengalaman -  pengalaman sebelumnya.

A.    Teori Perkembangan Piaget

 Menurut Piaget, proses belajar seseorang akan mengikuti pola dan tahap-tahap perkembangan sesuai dengan umurnya. Pola dan tahap-tahap ini bersifat hirarkhis, artinya harus dilalui berdasarkan urutan tertentu. Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif ini menjadi empat yaitu :
a.         Tahap sensorimotor (umur 0-2 tahun)
Pertumbuhan kemampuan anak tampak dari kegiatan motorik dan persepsinya yang sederhana.
b.        Tahap preoperasional (umur 2-7/8 tahun)
Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah pada penggunaan simbol atau bahasa tanda, dan mulai berkembangnya konsep-konsep intuitif. Tahap ini dibagi menjadi dua, yaitu preoperasional dan intuitif. Preoperasional (umur 2-4 tahun), anak telah mampu menggunakan bahasa dalam mengembangkan konsepnya, walaupun masih sangat sederhana. Tahap intuitif (umur 4-7 atau 8 tahun), anak telah dapat memperoleh pengetahuan berdasarkan pada kesan yang agak abstrak. Dalam menarik kesimpulan sering tidak diungkapkan dengan kata-kata.
c.         Tahap operasional konkret (umur 7 atau 8-11 atau 12 tahun)  
Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mulai menggunakan aturan-aturan yang jelas dan logis, dan ditandai adanya reversible dan kekekalan. Anak telah memiliki kecakapan berpikir logis, akan tetapi hanya dengan benda-benda yang bersifat konkret.
d.        Tahap Operasional formal (umur 11/12-18 tahun)
Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mampu berpikir abstrak dan logis dengan menggunakan pola berpikir “kemungkinan”. Secara umum, semakin tinggi tahap perkembangan kognitif seseorang akan semakin teratur dan semakin abstrak cara berpikirnya.

B.     Teori Perkembangan Bruner

Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahapan yang ditentukan oleh caranya melihat lingkungan, yaitu: enaktif, ikonik dan simbolik.
1.        Tahap enaktif, seseorang melakukan aktivitas-aktivitas dalam upayanya untuk memahami ligkungan sekitarnya. Artinya, dalam memahami dunia sekitarnya anak menggunakan pengetahuan motorik.
2.        Tahap ikonik, seseorang memahami objek-objek atau dunianya melalui gambar-gambar dan visualisasi verbal.
3.        Tahap simbolik, seseorang telah mampu memiliki ide-ide atau gagasan-gagasan abstrak yang sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam berbahasa dan logika.

Menurut Bruner, perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan cara menyusun materi pelajaran dan menyajikannya sesuai dengan tahap perkembangan orang tersebut. Kegiatan mengkategori memiliki dua komponen yaitu: pertama, tindakan pembentukan konsep. Kedua, tindakan pemahaman konsep. Artinya langkah pertama merupakan pembentukan konsep, kemudian baru pemahaman konsep.

C.     Teori Belajar Bermakna Ausubel

Menurut konsep Ausubel, dikatakan bahwa pengetahuan diorganisasi dalam ingatan seseorang dalam struktur hirarkhis.  Ini berarti bahwa pengetahuan yang lebih umum, inklusif dan abstrak membawahi pengetahuan yang lebih spesifik dan kongkret. Advance organizers yang juga dikembangkan oleh Ausubel merupakan penerapan konsepsi tentang struktur kognitif di dalam merancang pembelajaran. Konsepsi dasar mengenai struktur kognitif inilah yang dijadikan landasan teoritik dalam mengembangkan teori-teori pembelajaran. Beberapa pemikiran ke arah penataan isi bidang studi atau materi pembelajaran sebagai strategi pengorganisasian isi pembelajaran yang berpijak pada teori kognitif, antara lain: hirarhki belajar, analisis tugas, subsumptive sequence, kurikulum spiral, teori skema, web teaching, dan teori elaborasi.

D.    Aplikasi Teori Kognitif dalam Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran yang berpijak pada teori belajar kognitif ini sudah banyak digunakan. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan strategi dan tujuan pembelajaran, tidak lagi mekanistik. Kebebasan dan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar sangat diperhitungkan, agar belajar lebih bermakna bagi siswa. Ketiga tokoh aliran kognitif di atas secara umum memiliki pandangan yang sama yaitu mementingkan keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar. Menurut Piaget, hanya dengan mengaktifan siswa secara optimal maka proses asimilasi dan akomodasi pengetahuan dan pangalaman dapat terjadi dengan baik. Sementara itu, Bruner lebih banyak memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar sendiri melalui aktivitas menemukan (discovery). Sedangkan Ausubel lebih mementingkan struktur disiplin ilmu
III. KESIMPULAN

Pengertian belajar menurut teori kognitif adalah perubahan persepsi dan pemahaman, yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan dapat diukur. Menurut Piaget, kegiatan belajar terjadi sesuai dengan pola tahap-tahap pekembangan tertentu dan umur seseorang, serta melalui proses asimilasi, akomodasi dan equilibrasi. Sedangkan Bruner mengatakan bahwa belajar terjadi lebih ditentukan oleh cara seseorang mengatur pesan atau informasi dan bukan ditentukan oleh umur. Proses belajar akan terjadi melalui tahap-tahap enaktif, ikonik dan simbolik. Sementara Ausubel mengatakan bahwa proses belajar terjadi jika sseorang mampu mengasimilasikan pengetahuan yang telah dimilikinya dengan pengetahuan baru.















DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Aplikasi Teori Kognitif. (online). (http://www.scribd.com/doc/56996753/ aplikasi-Teori-Kognitif, diakses tanggal 5 April 2012).

Anonim.2011. Pembelajaran Yang Berpijak Pada Teori Kognitif. (online). (http://einstein fisika.blogspot.com/2011/06/ pembelajaran- yang- berpijak- pada- teori. html, diakses tanggal 4 April 2012).

Anonim.2011. Pembelajaran Teori Kognitif. (online). (http://matematika-ipa.com/teori-belajar-dan-pembelajaran-teori-teori-klasik-teori-teori-belajar-proses-teori-teori-kognitif/ , diakses tanggal 4 April 2012).

Disanjaya, Alita. 2011. Teori Pembelajaran Kognitif.(online).(http://alitadisanjaya.blogspot. com/2011/03/teori-pembelajaran-kognitif.html , diakses tanggal 5 April 2012).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar